Lewati ke konten

Perbandingan Aplikasi Omnichannel di Indonesia 2026: BigSeller, Jubelio, Ginee, Desty, Olsera, dan OnOrder

Harga, kuota order, dan fitur enam aplikasi omnichannel populer di Indonesia, dibandingkan apa adanya. Plus tabel biaya per volume order supaya kamu bisa hitung sendiri mana yang paling hemat.

9 menit baca
Perbandingan Aplikasi Omnichannel di Indonesia 2026: BigSeller, Jubelio, Ginee, Desty, Olsera, dan OnOrder

Jualan di Shopee, TikTok Shop, dan WhatsApp sekaligus memang bikin omzet naik. Tapi begitu order mulai ramai, stok mulai beda-beda di tiap channel, admin kewalahan, dan kamu mulai cari aplikasi omnichannel.

Masalahnya, pilihannya banyak dan cara mereka menagih beda-beda. Ada yang gratis tapi dibatasi kuota, ada yang bayar per order, ada yang tagihan tahunan, ada juga yang harganya baru keluar setelah ngobrol dengan sales.

Di artikel ini kami bandingkan enam aplikasi yang paling sering dipertimbangkan seller Indonesia: BigSeller, Jubelio, Ginee, Desty, Olsera, dan OnOrder. Semua angka kami ambil dari halaman harga resmi masing-masing per 18 Oktober 2026. Karena OnOrder salah satu yang dibandingkan, kami juga tulis jujur di mana aplikasi lain lebih unggul.

Ringkasan cepat

Kalau kamu cuma punya waktu 30 detik, ini intinya:

  • BigSeller paling hemat untuk seller marketplace dengan order di bawah 1.500 per bulan, karena paket gratisnya longgar.

  • Jubelio paling lengkap modulnya (WMS, POS, chat, akunting) dengan harga Rp150 per order.

  • Ginee cocok untuk seller besar dengan gudang kompleks, tapi paket termurahnya mulai dari 10.000 order per bulan dengan kontrak minimal 6 bulan.

  • Desty menarik kalau kamu sudah memakai Mekari Jurnal atau aplikasi Mekari lain.

  • Olsera pada dasarnya aplikasi kasir untuk toko fisik dan F&B, dengan integrasi marketplace di paket teratas.

  • OnOrder paling pas untuk seller yang jualan di marketplace dan di luar marketplace (WhatsApp, reseller, toko online sendiri) dengan tagihan flat Rp159.000 per bulan tanpa batas order, setup 4 langkah, dan proses pindah yang tidak menimpa stok.

1. Cara mereka menagih itu beda-beda

Sebelum bandingkan fitur, pahami dulu model harganya. Ini yang paling menentukan berapa yang kamu bayar saat order naik.

Aplikasi

Model harga

Paket gratis

Paket berbayar termurah

BigSeller

Langganan bertingkat per kuota order

1.500 order/bulan, 3 toko, 2 sub-akun, 500 SKU

Basic Rp495.000/bulan (10.000 order, 12 toko)

Jubelio

Per order

Trial

Rp150 per order

Ginee

Kontrak 6–12 bulan

Tidak ada di halaman harga

Harga lewat sales (paket Pro: 10.000 order/bulan)

Desty

Per order (saldo deposit) + modul berlangganan

Trial

Rp200 per order, maksimal Rp500.000/bulan sampai 5.000 order

Olsera

Langganan tahunan

Trial 14 hari

Pro Rp2.688.000/tahun untuk integrasi marketplace

OnOrder

Langganan flat

100 order/bulan, 1 pengguna

Pro Rp159.000/bulan, order tanpa batas

Beberapa catatan penting:

  • BigSeller naik langsung dari Rp0 ke Rp495.000 per bulan begitu ordermu lewat 1.500, atau kamu butuh lebih dari 3 toko.

  • Jubelio dan Desty menagih per order, jadi tagihanmu ikut naik saat 11.11, 12.12, atau Ramadan.

  • Desty menjual chat (Rp49.000–499.000/bulan), POS (Rp299.000/bulan), dan webstore (fee 4% per order) secara terpisah dari modul omnichannel-nya.

  • Ginee tidak mencantumkan harga di situsnya, dan kontrak minimalnya 6 bulan untuk paket Pro dan Business.

2. Berapa biaya per bulan di volume order kamu?

Ini bagian yang paling sering ditanyakan. Tabel di bawah menghitung biaya langganan per bulan untuk modul omnichannel saja, sebelum PPN, di empat volume order.

Order per bulan

OnOrder

BigSeller

Jubelio

Desty

Olsera (Pro)

300

Rp159.000

Rp0

Rp45.000

Rp60.000

±Rp224.000

1.000

Rp159.000

Rp0

Rp150.000

Rp200.000

±Rp224.000

2.000

Rp159.000

Rp495.000

Rp300.000

Rp400.000

±Rp224.000

5.000

Rp159.000

Rp495.000

Rp750.000

Rp500.000

±Rp224.000

Ginee tidak masuk tabel karena harganya tidak dipublikasikan.

Yang bisa kamu baca dari tabel ini:

  • Di bawah ±1.000 order, BigSeller Free atau tarif per order Jubelio dan Desty lebih murah dari OnOrder. Kalau kamu di sini dan semua ordermu dari marketplace, itu pilihan yang masuk akal.

  • Di atas ±1.060 order, OnOrder lebih murah dari Jubelio. Di atas ±800 order, OnOrder lebih murah dari Desty. Di atas 1.500 order, OnOrder lebih murah dari BigSeller.

  • Makin tinggi volume, makin besar selisihnya, karena tagihan OnOrder tidak ikut naik.

Mau hitung di volume ordermu sendiri? Pakai kalkulator di halaman perbandingan kami, misalnya OnOrder vs BigSeller atau OnOrder vs Jubelio.

3. Perbandingan fitur yang paling penting

Harga bukan satu-satunya pertimbangan. Ini fitur yang paling sering jadi penentu.

Fitur

OnOrder

BigSeller

Jubelio

Ginee

Desty

Olsera

Shopee, TikTok Shop, Tokopedia

Ya

Ya

Ya

Ya

Ya

Shopee, Tokopedia (Pro)

Lazada, Blibli

Belum

Ya

Ya

Ya

Ya

Ya (Pro)

Order WhatsApp

Ya

Input manual

Ya

Input manual

Lewat modul chat

Kasir

Toko online sendiri

Ya

Tidak tercantum

Ya

Tidak tercantum

Fee 4% per order

Katalog website

Harga reseller dan grosir

Ya

Tidak tercantum

Tidak tercantum

Tidak tercantum

Fee 1% per order

Tidak tercantum

Pembayaran QRIS/VA otomatis

Ya

Tidak tercantum

Tidak tercantum

Tidak tercantum

Di webstore

Di kasir

WMS gudang

Belum

Ya

Ya

Ya

Ya

Tidak

Chat marketplace terpadu

Belum

Ya

Ya

Ya

Ya (berbayar)

Tidak

POS toko fisik

Belum

Tidak

Ya

Tidak

Ya (berbayar)

Ya

"Tidak tercantum" berarti fitur itu tidak kami temukan di situs resmi mereka, bukan berarti pasti tidak ada.

4. Seberapa mudah dipakai?

Kalau kamu atau adminmu belum pernah memakai aplikasi seperti ini, perhatikan berapa banyak yang harus disiapkan sebelum order pertama bisa diproses. Di sinilah perbedaannya paling terasa.

Aplikasi

Yang perlu disiapkan sebelum order pertama

Istilah yang perlu dipahami

BigSeller

6 langkah: buat Merchant SKU, hubungkan (mapping) ke SKU toko, isi stok gudang, atur aturan push stok, aktifkan fitur inventori, lalu proses order

Merchant SKU, mapping, push rule, alokasi stok

Jubelio

9 tahap onboarding: hubungkan channel, pilih master channel, atur stok per channel, review SKU, gabungkan produk, pelatihan, isi stok dan HPP, lalu atur tarik order

Master channel, lokasi gudang, HPP

Ginee

Aktifkan Master Product, atur aturan binding, dan seragamkan nama SKU sebelum menghubungkan toko

Master Product, Master SKU, binding

Desty

Didampingi tim saat setup; tagihan terbagi ke saldo per order dan beberapa modul

Saldo deposit, modul terpisah

Olsera

Setup kasir, perangkat, dan staf

Kasir, perangkat

OnOrder

4 langkah: isi info toko, tambah produk (atau impor dari Excel), catat pesanan pertama, hubungkan Shopee atau TikTok Shop

Produk, pesanan, channel

Langkah yang lebih banyak bukan berarti aplikasinya jelek. Konsep seperti Merchant SKU dan aturan push stok memang dibuat untuk gudang besar dengan ribuan SKU dan tim operasional sendiri. Tapi kalau timmu kecil dan adminnya bergantian, setiap istilah baru adalah tempat salah langkah.

OnOrder sengaja dibuat sederhana untuk pemilik toko yang bukan orang teknis. Setelah daftar, dashboard menampilkan checklist "Mulai Cepat" berisi empat langkah di atas. Tidak ada gudang, aturan sinkron, atau pemetaan SKU yang wajib diatur dulu, jadi order pertama bisa langsung dicatat di hari yang sama.

Langkah setup kompetitor diambil dari pusat bantuan BigSeller (diperbarui Agustus 2025), panduan Jubelio di DailySocial (April 2023, bisa sudah berubah), dan pusat bantuan Ginee.

5. Seberapa mudah pindah dari aplikasi lama?

Hampir semua aplikasi bisa menarik produk dari marketplace dan mencocokkan SKU. Yang membedakan adalah seberapa aman prosesnya, dan seberapa mudah kamu keluar dari aplikasi lama.

Tiga hal yang paling sering bikin pindah aplikasi jadi repot:

  • Stok tertimpa. Pusat bantuan BigSeller mengingatkan bahwa stok awal yang salah akan ikut terdorong ke semua toko lewat aturan push stok. Di Ginee, nama SKU yang tidak seragam bisa membuat stok dan order salah terhubung. Di Jubelio, langkah review SKU saat onboarding tidak bisa diulang setelah dilewati.

  • Produk tercatat dua kali. Ini sering terjadi saat menghubungkan marketplace kedua untuk produk yang sama, sehingga stoknya jadi terpisah.

  • Biaya keluar. Kontrak Ginee minimal 6–12 bulan, saldo Desty tidak bisa dikembalikan, dan Olsera ditagih tahunan.

Cara OnOrder menangani proses pindah:

  1. Produk ditarik langsung dari Shopee dan TikTok Shop. Kamu tidak perlu input ulang satu per satu.

  2. SKU yang sama dengan stok yang sama langsung terhubung otomatis. Kalau stoknya berbeda, OnOrder tidak menimpanya diam-diam. Kamu yang memutuskan angka mana yang benar sebelum stok dikirim ke marketplace.

  3. Saran produk mirip saat menghubungkan marketplace kedua, supaya produk yang sama tidak tercatat dua kali.

  4. Impor dari Excel untuk produk, harga grosir, dan daftar pelanggan, lewat template yang tersedia di dashboard.

  5. Paket Free tanpa batas waktu, jadi OnOrder bisa jalan berdampingan dengan aplikasi lamamu sampai kamu yakin. Selama masa itu, pastikan hanya satu aplikasi yang mengatur stok ke marketplace.

Satu catatan jujur: kalau kamu juga jualan di Lazada atau Blibli, toko itu belum bisa dipindahkan ke OnOrder. Langkah pindah per aplikasi ada di halaman perbandingan, misalnya pindah dari BigSeller atau pindah dari Ginee.

6. Kelebihan dan kekurangan masing-masing

BigSeller

ERP marketplace dari luar negeri yang dipakai seller se-Asia Tenggara, terhubung ke 20+ platform.

  • Unggul di: paket gratis yang longgar, jangkauan marketplace paling luas, fitur gudang dan iklan yang dalam.

  • Kurang di: lompatan harga dari gratis ke Rp495.000, tidak fokus ke penjualan lewat WhatsApp atau toko online sendiri, menunya banyak sehingga butuh waktu belajar.

  • Cocok untuk: seller marketplace murni, terutama yang juga aktif di Lazada dan Blibli.

Jubelio

Platform omnichannel lokal yang mengklaim dipakai 35.000+ bisnis.

  • Unggul di: paling lengkap dalam satu harga (WMS, POS, chat, akunting), pengguna dan lokasi tanpa batas.

  • Kurang di: tagihan naik mengikuti jumlah order, terasa berat untuk seller yang tidak memakai semua modulnya.

  • Cocok untuk: bisnis yang punya toko fisik dan gudang sendiri dan butuh semua modul sekaligus.

Ginee

Suite operasi e-commerce untuk seller menengah dan besar.

  • Unggul di: WMS lengkap (wave picking, FIFO/FEFO, aplikasi PDA), chat, manajemen iklan, Open API.

  • Kurang di: harga tidak dipublikasikan, kontrak minimal 6–12 bulan, paket termurah mulai 10.000 order per bulan.

  • Cocok untuk: brand besar dengan gudang dan tim operasional sendiri.

Desty (Mekari)

Omnichannel dalam ekosistem Mekari, berstatus Shopee Premium Service Partner.

  • Unggul di: integrasi dua arah dengan Mekari Jurnal dan Accurate, chat terpadu termasuk WhatsApp dan Instagram, modul POS dan WMS.

  • Kurang di: banyak tagihan terpisah (saldo per order, chat, POS, fee webstore 4%, fee grosir 1%).

  • Cocok untuk: bisnis yang sudah memakai aplikasi Mekari untuk pembukuan atau HR.

Olsera

Aplikasi kasir untuk retail dan F&B.

  • Unggul di: kasir Android, iOS, dan Windows yang bisa offline, fitur resto (meja, split bill, pesanan dapur), absensi karyawan.

  • Kurang di: integrasi marketplace hanya di paket Pro yang ditagih tahunan, TikTok Shop tidak tercantum di daftar marketplace-nya.

  • Cocok untuk: toko fisik, kafe, dan resto. Bingung antara aplikasi kasir dan OMS? Baca OMS vs Aplikasi Kasir.

OnOrder

Aplikasi order untuk UMKM yang jualan di marketplace dan di luar marketplace.

  • Unggul di: setup 4 langkah tanpa istilah teknis, pindah aplikasi tanpa stok tertimpa, tagihan flat Rp159.000 tanpa batas order, order Shopee, TikTok Shop, WhatsApp, dan Storefront dalam satu daftar, harga bertingkat untuk customer, reseller, dan grosir, pembayaran QRIS, VA, dan e-wallet yang terverifikasi otomatis, serta ongkir dengan tarif khusus untuk 10+ kurir.

  • Kurang di: belum ada POS, chat marketplace terpadu, integrasi Lazada dan Blibli, maupun WMS untuk picking gudang besar. Paket gratisnya juga lebih kecil dari BigSeller (100 order per bulan).

  • Cocok untuk: brand UMKM yang ordernya sudah ramai, jualan di Shopee dan TikTok Shop sekaligus lewat WhatsApp dan reseller, dan ingin tagihan yang tidak ikut naik saat promo.

7. Jadi, pilih yang mana?

Jawab empat pertanyaan ini:

  1. Berapa order per bulan? Di bawah 1.000 dan semuanya dari marketplace, mulai dari paket gratis BigSeller atau tarif per order. Di atas itu, hitung ulang, karena model flat mulai lebih hemat.

  2. Dari mana saja ordermu datang? Kalau sebagian besar dari WhatsApp, reseller, atau toko online sendiri, pilih aplikasi yang memang dibuat untuk itu, bukan yang hanya fokus ke marketplace.

  3. Apakah kamu punya toko fisik atau gudang besar? Kalau ya, Jubelio, Ginee, atau Olsera lebih lengkap untuk kebutuhan itu.

  4. Siapa yang akan memakainya setiap hari? Kalau adminmu bukan orang teknis atau sering berganti, pilih aplikasi yang bisa dipakai tanpa pelatihan panjang.

Kalau jawabanmu "order sudah ratusan sampai ribuan, jualan di marketplace dan WhatsApp, belum butuh kasir, dan ingin yang langsung bisa dipakai", OnOrder dibuat persis untuk itu. Paket Free tidak punya batas waktu, jadi kamu bisa mencobanya sambil tetap memakai aplikasi lamamu.

Coba OnOrder gratis atau lihat perbandingan lengkap OnOrder dengan aplikasi lain.

Sumber

Data dicek pada 18 Oktober 2026 dari halaman resmi masing-masing:

Harga dan fitur bisa berubah sewaktu-waktu. Semua merek adalah milik pemiliknya masing-masing.

Proses order pertamamu hari ini.

Paket Free gratis selamanya. Upgrade kapan saja saat bisnismu makin besar.